Ramadan

Syarat Sah Puasa & Orang-orang yang Wajib Berpuasa saat Bulan Ramadhan

Simak berikut ini syarat sah puasa dan orang orang yang wajib berpuasa selama bulan Ramadhan. Mengetahui syarat wajib dan sahnya puasa perlu terus diingat agar puasa yang dijalani lebih afdal. Diketahui, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan di bulan ini seluruh umat Islam di dunia diwajibkan untuk menjalankan puasa.

Dikutip dari berbagai sumber kitab fikihseperti Sullamussafinah, Sullamuttaufiq maupun Bidayatul mujtahid wa hidayatul muqtasid, para ulama fikih menerangkan syarat wajib dan sahnya puasa dalam pembahasan tersendiri. Selain syarat wajib puasa, ulama fikih juga menjelaskan tentang syarat sahnya puasa antara lain; 1. Muslim

2. Berakal 3. Suci dari haid dan nifas, ini khusus bagi perempuan. Apapun alasannya perempuan yang sedang dalam masa haid atau nifas usai melahirkan tidak diwajibkan berpuasa atau jika berpuasa ibadahnya tidak sah.

4. Di hari yang diperbolehkan Ada beberapa hari yang diharamkan bagi Muslim menjalankan ibadah puasa, diantaranya 1 Syawal, 10 Dzulhijjah, 11, 12, 13, Dzulhijjah, puasa hari syak, dan wishal. Seluruh umat Islam wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Kewajiban ini sama dengan kewajiban bersyahadat, salat lima waktu, membayar zakat atau berhaji bagi yang mampu. Berakal di sini adalah seseorang yang tidak sedang mengalami gangguan jiwa atau akal seperti contohnya orang gila. Orang gila dibebaskan dari khitob orang yang wajib berpuasa.

Baligh adalah sesorang yang telah mencapai kedewasaan dengan ketentuan; mengetahui, memahami,serta mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bagi laki laki di atas usia 15 tahun atau sudah mimpi basah. Sementara perempuan di atas usia sembilan tahun atau telah mengalami 'menstruasi'.

Selain itu, ada beberapa hal yang membatalkan puasa. Berikut hal hal yang membatalkan puasa, dikutip dari Zakat.or.id dengan rujukan ada kitab Fathul Qarib Mujib karangan Syekh Muhammad bin Qasim al Ghazi (859 918 H): Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh, baik ke mulut, hidung, telinga, dan lubang lainnya dapat membatalkan puasa.

Berdasarkan hal tersebut, makan dan minum jelas sebuah larangan. Allah SWT berfirman yang artinya, " Makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam." (QS. Al Baqarah, 2: 187) Selain itu, merokok juga termasuk dalam membatalkan puasa.

Orang yang merokok secara sengaja memasukkan suatu benda ke dalam lubang tubuh. Qubul merupakan lubang kemaluan, sedangkan dubur yaitu lubang belakang. Mengobati penyakit melalui kedua lubang ini termasuk hal hal yang membatalkan puasa.

Muntahsecarasengaja termasuk hal yang membatalkan puasa. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, "B arangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya." (HR. ABU DAUD, TIRMIDZI, IBNU MAJAH DAN AHMAD) Suatu hal yang dapat membatalkan puasa dan berat untuk membayarnya adalah bersetubuh.

Saat sedang berpuasa jangan sampai melakukan persetubuhan, karena wajib bagi orang yang melakukannya untuk membayar kafarat memerdekakan budak mukmin. Di zaman sekarang, budak sudah tidak ada lagi, maka wajib berpuasa di luar Ramadhan selama dua bulan berturut turut. Jika tidak mampu melakukannya, maka wajib membayar fidyah untuk 60 orang fakir miskin sebesar satu mud per orang (mencukupi zakat fitrah).

Keluar sperma karena disengaja merupakan satu dari hal hal yang membatalkan puasa. Puasa akan batal jika seorang sengaja dan sadar mengeluarkan sperma. Namun jika keluar sperma tanpa disengaja seperti karena mimpi bukanlah hal yang membatalkan puasa.

Haid (menstruasi) bagi perempuan merupakan salah satu penyebab batalnya puasa. Meskipun haid adalah fitrahnya perempuan, mereka tetap wajib mengqadha puasa di lain bulan Ramadhan. Maksud dari hilang akal itu ada beberapa ciri.

Orang yang gila secara otomatis batal puasanya. Orang yang seperti itu dianggap tidak lagi mukallaf (tidak berkewajiban puasa). Ada beberapa contoh yang termasuk kategori ini.

Jika terjadi karena sengaja, seperti mencium sesuatu yang membuatnya mabuk atau pingsan maka batal puasanya. Jika tidak sengaja mabuk dan pingsan, namun sampai seharian penuh juga membatalkan puasa, kecuali jika hanya sesaat dan tidak sengaja maka puasanya masih bisa dilanjutkan. Darah nifas akan dikeluarkan bagi perempuan yang baru saja melahirkan.

Keluarnya darah termasuk penyebab puasa menjadi batal. Sehingga bagi perempuan yang baru saja melahirkan persiapan untuk mengqadha puasa. Murtad berarti seseorang telah melakukan sesuatu yang menyebabkan keluar dari Islam.

Semisal, tidak mengakui Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Jika seseorang telah murtad, tidak lagi terkena kewajiban berpuasa, secara otomatis akan batal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *