Informasi

1. Inilah Hukum Islam dan Pengertian Nikah Siri

Surat Nikah Siri

Terakhir ini ramai dibahas perihal nikah siri. Karena pemerintahan udah menyediakan Perancangan Undang Undang (RUU) Peradilan Agama Perihal Perkawinan yang mengupas nikah siri, poligami serta kawin kontrak.

Dalam RUU itu, nikah siri dirasa ilegal maka dari itu pasangan yang melalui pernikahan style itu dapat dipidanakan, salah satunya merupakan kurungan maksimum tiga bulan serta denda maksimum Rp lima juta.

Sangsi pula berlaku untuk faksi yang menggabungkan atau yang dikawinkan secara nikah siri, poligami, ataupun nikah kontrak.

Tiap-tiap penghulu yang menikahkan satu orang yang mempunyai masalah, umpamanya masih terlilit dalam perkawinan awal kalinya, dapat dikenakan ancaman pidana satu tahun penjara. Karyawan Kantor Soal Agama yang menikahkan mempelai tiada kriteria komplet pula diintimidasi denda Rp enam juta serta satu tahun penjara.

Oleh sebab itu, Perancangan Undang Undang (RUU) Peradilan Agama Perihal Perkawinan di atas ditampik oleh banyaknya golongan, lantaran dapat bawa efek yang jelek serta otomatis dapat kian menyuburkan pelacuran. Bagaimana sesungguhnya penglihatan Islam perihal nikah siri ?

Siri secara etimologi mempunyai arti suatu yang terpendam, rahasia, perlahan-lahan. ( Ibnu al Mandhur, Lisan al Arab : 4/ 356)

Kadang-kadang Siri pula diasumsikan zina atau mengerjakan hubungan seks, sebagai halnya dalam firman Allah swt :

” Akan tetapi tak boleh sampai kamu bikin kesepakatan untuk berzina ( atau mengerjakan hubungan seks ) sama mereka ” ( Qs Al Baqarah : 235)

Sirran pada ayat di atas menurut masukan sejumlah ulama mempunyai arti : berzina atau melakukan hubungan seks. Masukan ini diputuskan Jabir bin Zaid, Hasan Bashri, Qatadah, AnNakh’i, Ad Dhohak, Imam Syafi’i serta Imam Thobari. ( Tafsiran al Qurtubi : 3/126 ). Masukan ini dikuatkan dengan satu diantaranya syi’ir yang dikatakan oleh Imru al Qais :

 

” Basbasah ini hari mengakui kalau saya telah tua serta orang sepertiku ini tak dapat kembali mengerjakan hubungan seks secara bagus. ”

 

2. Nikah Siri dalam penglihatan orang punya tiga artian :

 

Artian Pertama : Nikah Siri merupakan pernikahan yang sedang dilakukan secara bersembunyi -sembunyi tiada wali serta saksi. Ini artian yang pernah sempat diekspos oleh Imam Syafi’I dalam kitab Al Umm 5/ 23,

” Dari Malik dari Abi Zubair bercakap kalau satu hari Umar dilapori perihal pernikahan yang tak dilihat terkecuali orang lelaki serta orang wanita, karenanya beliau bercakap : ” Ini merupakan nikah sirri, serta saya tak membolehkannya, kalaupun saya mengenalnya, kemungkinan besar dapat saya rajam ( pelaksananya ) ”

Atsar di atas dikuatkan dengan hadist Abu Hurairah ra :

 

” Kalau nabi Muhammad saw larang nikah siri ” ( HR at Tabrani dalam al Ausath dari Muhammad bin Abdus Shomad bin Abu al Jirah yang belum pernah disenggol oleh beberapa ulama, adapaun rawi-raiwi yang lain segalanya tsiqat ( terpecaya ) (Ibnu Haitami, Majma’ az-Zawaid wal Manbau al Fawaid ( 4/ 62 ) hadist 8057)

Pernikahan Siri berbentuk yang pertama ini hukumnya tak resmi.

Artian Ke-2  : Nikah Siri merupakan pernikahan yang dikunjungi oleh wali serta 2 orang saksi, akan tetapi saksi-saksi itu jangan mengabarkannya terhadap khayalak ramai.

Beberapa ulama tidak serupa masukan perihal hukum nikah sebagai berikut :

Masukan Pertama : menyebutkan kalau nikah sebagai berikut hukumnya resmi namun makruh. Ini masukan sebagian besar ulama, salah satunya merupakan Umar bin Khattab, Urwah, Sya’bi, Nafi’, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I, Imam Ahmad ( Ibnu Qudamah, al Mughni, Beirut, Daar al Kitab al Arabi, : 7/ 434-435 ). Dalilnya merupakan hadist Aisyah ra, kalau Rasulullah saw bersabda:

” Tak resmi satu pernikahan terkecuali dengan wali serta dua saksi yang adil ” ( HR Daruqutni serta al Baihaqi ) Hadits ini dishohihkan oleh Ibnu Hazm dalam ( al-Muhalla : 9/465)

Hadits di atas memberikan kalau satu pernikahan kalau udah dikunjungi wali serta 2 orang saksi dirasa resmi, tiada perlu dikabarkan terhadap khayalak ramai.

Tidak hanya itu, mereka pula berkata kalau pernikahan merupakan suatu janji mu’awadhah ( janji bolak-balik yang sama-sama beri keuntungan), karena itu tidak ada kriteria untuk dikabarkan, sebagai halnya janji jual membeli.

 

Begitu pula pemberitahuan pernikahan yang dibarengi dengan tabuhan rebana rata-rata dijalankan sehabis tuntas janji, maka dari itu tak mungkin ditempatkan dalam beberapa syarat pernikahan.

 

3. Masukan Perihal Hukum Nikah Siri

 

Akan halnya perintah untuk memberitahukan yang ada dalam beberapa hadist memberikan panduan serta bukan satu kewajiban.

Masukan Ke-2  : menyebutkan kalau nikah sebagai berikut hukumnya tak resmi. Masukan ini digenggam oleh Malikiyah serta beberapa dari ulama madzhab Hanabilah ( Ibnu Qudamah, al Mughni : 7/ 435, Syekh al Utsaimin, asy-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zaad al Mustamti’, Dar Ibnu al Jauzi , 1428, cet. Pertama : 12/ 95 ).

Nikah Siri Juga ulama Malikiyah mensyaratkan suaminya untuk selekasnya menalak istrinya, atau meniadakan pernikahan itu, juga mereka menyebutkan penting ditegakkan had terhadap ke-2  mempelai kalau mereka bisa terbuktikan telah mengerjakan hubungan seks. Begitu pula ke-2  saksi penting dikasihkan curiga kalau memanglah berencana untuk rahasiakan pernikahan ke-2  mempelai itu. ( Al Qarrafi, Ad Dzakhirah, tahqiq : DR. Muhammad al Hajji, Beirut, Dar al Gharb al Islami, 1994, cet : pertama : 4/ 401) Mereka berdalil dengan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Hatib al Jumahi, sebetulnya Rasulullah saw bersabda :

“Pemisah di antara yang halal ( pernikahan ) serta yang haram ( perzinaan ) merupakan gendang rebana serta nada ” ( HR an Nasai serta al Hakim serta beliau menshohihkannya dan dihasankan yang lainnya)

Diriwayatkan dari Aisyah ra, sebetulnya Rasulullah saw bersabda :

” Informasikanlah nikah, selenggarakanlah di mushola, serta pukullah rebana untuk mengabarkannya.” ( HR Tirmidzi, Ibnu Majah ) Imam Tirmidzi bercakap : Ini sebagai hadits gharib hasan pada bab ini.

Artian Ke-3  : Nikah Siri merupakan pernikahan yang sedang dilakukan oleh karena ada wali serta 2 orang saksi yang adil dan tersedianya ijab qabul, tetapi pernikahan ini tak dicatat dalam instansi pendataan Negara, di dalam masalah ini merupakan KUA.

Mengapa sejumlah orang mengerjakan pernikahan berbentuk ini ? Apa yang memajukan mereka tidak untuk menuliskan pernikahan mereka ke instansi pendataan sah ? Ada sekian banyak argumen yang dapat diekspos di sini, salah satunya merupakan :

Unsur cost, adalah sejumlah orang utamanya yang ekonomi mereka menengah ke bawah terasa tak bisa bayar administrasi pendataan yang kadang-kadang mengembang 2x lipat dari cost sah.

Unsur tempat kerja atau sekolah, adalah ketentuan tempat kerjanya atau kantornya atau sekolahnya tak membiarkan menikah sepanjang ia bekerja atau menikah lebih satu istri.

Unsur sosial, adalah orang sudah telanjur berikan stigma negatif terhadap tiap-tiap yang menikah lebih satu, karenanya untuk mengelit stigma negatife itu, satu orang tak menuliskan pernikahannya terhadap instansi sah.

Unsur – unsur yang lain memaksakan satu orang tidak untuk menuliskan pernikahannya.

 

4. Bagaimana Hukum Nikah Siri berbentuk ke-3  ini ?

 

Pertama : Menurut kacamata Syariat, Nikah Siri dalam katagori ini, hukumnya resmi serta tak berlawanan dengan tuntunan Islam, lantaran beberapa syarat serta rukun pernikahan telah tercukupi.

Ke-2  : Menurut kacamata hukum positif di Indonesia dengan menunjuk pada RUU Pernikahan di atas, karenanya nikah siri sama ini digunakan curiga hukum.

Pertanyaannya merupakan mengapa Negara berikan curiga terhadap beberapa pelaksana nikah siri dalam katagori ke-3  ini ? Apa kriteria resmi pernikahan harus dicatat terhadap instansi pendataan ? Bagaimana status instansi pendataan pernikahan dalam kacamata Syari’at ?

Kalaupun kita melihat peristiwa Islam pada waktu dulu, rupanya tak ditemui histori kalau pemerintah Islam berikan curiga terhadap orang yang menikah serta belum memberitahukan terhadap Negara.

Hal demikian, Surat Nikah Siri bisa saja belumlah ada instansi pemerintah yang secara spesial menanggulangi pendataan soal pernikahan, lantaran dirasa belum dibutuhkan. Serta memanglah pernikahan tidak soal Negara akan tetapi sebagai hak tiap-tiap pribadi, dan sebagai sunah Rasulullah saw.

 

5. Dasar Pentingnya Dengan Surat Nikah Siri

 

Tapi, beriring dengan perubahan masa serta kasus orang kian komplek, karenanya dibutuhkan penertiban-penertiban pada pertalian antara pribadi dalam orang.

Nikah Siri Karenanya, untuk beberapa umumnya Negara punya hak bikin beberapa aturan yang ke arah terhadap maslahat umum, Surat Nikah Siri serta Negara punya hak berikan curiga terhadap beberapa orang yang menyalahinya. Hal demikian sama dengan pedoman fiqhiyah yang keluarkan bunyi :

” Peraturan pimpinan harus ke arah terhadap maslahat orang ” ( As Suyuti, al Asybah wa An-Nadhair, Bierut, Dar al Kutub al Ilmiyah, 1993, Cet. Pertama, hlm : 121 )

Karenanya, dalam ini, secara prinsip Negara punya hak buat bikin aturan biar tiap-tiap orang yang menikah, selekasnya memberitahukan terhadap instansi pendataan pernikahan.

Surat Nikah Siri Hal demikian ditujukan biar tiap-tiap pernikahan yang diberlangsungkan di antara ke-2  mempelai punya kebolehan hukum, maka dari itu dikehendaki dapat meminimalkan tersedianya kejahatan, penipuan atau kekerasan dalam rumah tangga, yang rata-rata wanita serta anak-anak jadi korban terpentingnya.

Oleh sebab itu, Surat Nikah Siri kalau memanglah maksud pendataan pernikahan merupakan buat perlindungan hak-hak kaum hawa serta anak-anak dan untuk keuntungan kelompok muslimin untuk beberapa umumnya, karenanya hendaknya Negara tak membuat lebih sulit proses pendataan pernikahan itu, salah satunya merupakan ambil beberapa langkah berikut ini :

Berikan kemudahan cost untuk orang yang tak bisa, bukan jadi mengharaph bayaran lebih, dengan alibi bekerja di luar jam kantor.

Buka layanan pada beberapa hari di mana banyak dipertunjukkan acara pernikahan.

surat nikah siri Tak membuat lebih sulit beberapa orang yang mau menikah lebih satu, sepanjang mereka memikul tanggung jawab pada istri serta anak mereka.

Akan tetapi kalau ada maksud – maksud yang lain terpendam serta tak diekspos, karenanya pastinya aturan itu harus dicermati, utamanya kalau ada tanda-tanda yang ke arah terhadap larangan orang yang mau menikah lebih satu dengan Surat Nikah Siri,

Nikah Siri meski sebenarnya ia bisa serta dapat melakukan hal adil, kalau kondisinya begitu, karenanya perancangan undang-undang itu udah memasuki terhadap perihal-perihal yang bukan kekuatannya, serta larang suatu yang halal, dan udah memberitahukan perang tehadap tuntunan Islam, serta otomatis berikan jalan untuk perzinahan serta prostitusi yang kian hari kian meriah di negeri Indonesia ini. Wallahu A’lam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *