Eksterior bangunan juga membutuhkan waterproofing. Sebelum itu, Anda perlu memilih material yang diinginkan! Material eksterior ini bisa mendukung estetika, kekuatan, hingga nuansa yang kuat. Bahkan, bisa menambah nilai bangunan.
Ada banyak desain yang bisa Anda pilih. Dinding beton banyak digunakan untuk gaya industrial. Sementara itu, eksterior dengan material kayu cocok untuk gaya tropis atau japandi. Untuk itu, ayo simak beberapa ide materialnya di sini!
8 Pilihan Material Eksterior Saat Ini, Mana Paling Tepat?
Ternyata, Anda bisa menerapkan beberapa material ini di eksterior, lho! Mulai batu bata expose hingga baja, bagaimana karakteristik dan kecocokannya pada bangunan? Simak info lengkap di bawah!
1. Fiber Cement
Fiber cement menjadi material yang layak Anda pertimbangkan untuk eksterior bangunan. Material ini terdiri dari campuran semen, pasir, dan serat selulosa yang kuat namun tetap ringan.
Fiber cement dikenal tahan terhadap cuaca, rayap, serta api. Itu sebabnya banyak digunakan pada fasad, lisplang, maupun dinding luar rumah. Teksturnya bisa menyerupai tampilan kayu, batu, atau bahkan beton sehingga mendukung estetika.
2. Material ACP
ACP atau Aluminium Composite Panel kini juga marak digunakan. ACP terdiri dari dua lapisan aluminium yang menyatu, menghasilkan panel ringan dan tetap kokoh. ACP juga memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca dan kelembaban.
Warna dan tekstur material sangat beragam. Ada yang menyerupai kayu, marmer, atau logam mengkilap. Ini memberikan kemudahan Anda dalam mendesain fasad agar terlihat modern dan menarik.
Selain tampilannya yang rapi, ACP juga tahan lama serta tidak mudah penyok. Proses pemasangannya cepat dan bobotnya ringan sehingga tidak membebani struktur utama bangunan.
3. Batu Bata
Ingin kesan alami dan kokoh pada bagian luar bangunan? Batu bata bisa menjadi pilihan yang tepat. Material ini sudah digunakan sejak lama dan terbukti tahan berbagai kondisi cuaca.
Teksturnya yang khas memberi kesan hangat dan estetik, cocok untuk hunian dengan konsep tropis, industrial, atau rustic. Selain itu, batu bata memiliki daya tahan tinggi terhadap panas dan kelembaban.
Ketika digunakan sebagai elemen eksterior, tampilannya akan semakin cantik seiring waktu. Warna alaminya tidak mudah pudar, memberikan nuansa fasad yang lebih hidup. Untuk perlindungan ekstra, Anda bisa mengaplikasikan produk waterproofing, lho!
4. GRC
GRC sering digunakan untuk fasad, panel dinding, maupun ornamen arsitektur. Keunggulannya terletak pada ketahanan terhadap cuaca, rayap, dan api. Selain itu, GRC tidak mudah retak dan memiliki umur pakai yang panjang.
Dari sisi tampilan, material ini bisa dibentuk dalam berbagai motif dan tekstur. Sangat cocok untuk desain rumah modern, minimalis, atau bahkan klasik. Warna dasarnya netral, namun tetap dapat dicat sesuai keinginan Anda.
Karena bobotnya tidak terlalu berat, proses pemasangannya juga lebih cepat. Perawatannya pun tidak merepotkan, cukup dibersihkan secara berkala agar tetap bersih dan rapi.
5. Beton

Beton tidak hanya dikenal sebagai bagian penting struktur, tetapi juga bisa mendukung desain eksterior bangunan. Sifat utamanya kokoh, tahan lama, dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.
Beton bisa tampil dengan permukaan polos, bertekstur, atau diberi finishing agar terlihat lebih artistik. Kesan yang dihasilkan pun beragam, bisa modern, minimalis, bahkan industrial.
6. Kayu
Nuansa alami dan hangat pada kayu memang sulit tergantikan dengan material lain. Kayu bisa digunakan pada dinding, plafon, pergola, atau elemen dekoratif eksterior lainnya.
Selain itu, tekstur dan pola serat kayu memberi keunikan tersendiri pada tampilan bangunan. Dengan perawatan yang tepat, kayu mampu bertahan lama meskipun terpapar sinar matahari dan hujan.
Pemilihan jenis kayu juga penting seperti kayu ulin, merbau, atau jati yang dikenal tahan terhadap cuaca tropis. Warna alami kayu dapat dibiarkan terbuka atau dilapisi pelindung untuk menambah kesan elegan.
7. Batu Alam
Setiap jenis batu alam memiliki tekstur, warna, dan pola unik yang memberi karakter berbeda pada tampilan fasad. Inilah yang membuatnya selalu jadi andalan hingga kini. Batu alam juga dikenal sangat tahan terhadap cuaca dan perubahan suhu.
Selain itu, material ini tidak mudah lapuk atau berubah warna seiring berjalannya waktu. Penempatannya bisa diaplikasikan pada dinding luar, pilar, pagar, atau elemen dekoratif bangunan.
8. Baja
Material baja sering digunakan untuk struktur kanopi, pagar, fasad, hingga rangka atap yang terekspos. Baja juga cocok untuk gaya arsitektur industrial, minimalis, atau kontemporer.
Permukaannya bisa dibiarkan alami, dilapisi cat, atau diberi finishing. Dari sisi keawetan, baja mampu bertahan lama asalkan mendapat perlindungan dari karat melalui pelapisan.
Kalau Anda ingin bangunan yang beda atau lebih unik, berbagai material di atas bisa menjadi solusi yang tepat. GRC cocok dibentuk menjadi berbagai elemen dekoratif. Sementara itu, kayu tetap elegan dengan nuansa klasiknya. Untuk itu, mana pilihan Anda?
Lapisi Eksterior Bangunan dengan Waterproofing!
Nah, estetika fasad atau eksterior bisa semakin tahan lama dengan pemilihan lapisan pelindung yang tepat. Tenang, Sika bisa menjawab kebutuhan Anda.
Sika memiliki pengalaman selama 114 tahun dalam meng-handle proyek global seperti Teater Royal Shakespeare di UK. Sika juga yang pertama mencetuskan waterproofing semen di Indonesia. Anda bisa mengandalkan Sikacoat Plus untuk lapisan pelindung fasad.
Produk ini mudah diaplikasikan, tahan alkali, pengerjaan cepat, hingga mampu menutup dengan maksimal. Elastisitas produk tinggi, kedap air, mampu menahan UV, serta dapat menutup retak. Konsumsi produk juga rendah dan dapat diencerkan dengan air 10%.
Sikacoat Plus memang solusi waterproofing dari Sika untuk fasad bangunan Anda. Yuk, dukung estetika bangunan agar tahan lama dengan pelapis yang tepat dan berkualitas. Dapatkan langsung produknya di sini!
